Diposting Pada: 28-06-2013
Kakankemenag Berperan Aktif dalam Pertemuan Pembahasan Penghentian Kegiatan MTA di Kabupaten Kerinci


Kakankemenag Berperan Aktif dalam Pertemuan Pembahasan Penghentian Kegiatan MTA di Kabupaten KerinciKerinci (Kemenag) -- Pemerintah Kabupaten Kerinci, tetap melarang Majelis Tafsir Alquran (MTA) untuk melakukan segala bentuk aktivitasnya. Berkat kerjasama semua pihak dan telah menempuh proses pembahasan panjang demi terwujudnya kenyamanan dan kemurnian ajaran Islam di Kabupeten Kerinci, puncaknya ialah diterbitkannnya Surat Keputusan Bupati Kerinci tentang penghentian kegiatan MTA di Kabupaten Kerinci.

Berdasarkan pertemuan yang dilaksanakan pada hari ini Jum’at (28/06) bertempat diruang utama Bupati Kerinci yang dihadiri oleh berbagai unsur dengan menghadirkan aparat Desa Kebun Baru Kecamatan Kayu Aro. Dapat diambil kesepakatan bulat bahwa SK Bupati Kerinci Nomor 730/Kep.332/2013 tentang Penghentian Kegiatan MTA tidak akan dicabut, berdasarkan kesepakatan tim yang telah dibentuk akan turun langsung untuk mengkondisikan keadaan dilapangan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kerinci Drs. Suardin dalam pertemuan itu mengatakan “Selain menindaklanjuti SK Penghentian dari Bupati Kerinci, mari kita ajak unsur lembaga adat yang ada disana. Seperti kita ketahui bahwa perkumpulan maupun organisasi mereka tersebut belum tercatat dan terdaftar di Kankemenag Kerinci maupun di Pemda Kerinci sebagai organisasi yang sah dan diakui keberadaannya sebagai sebuah organisasi resmi di Kabupaten Kerinci. Kami yakin hukum adat masih berlaku disana dan tetap dijunjung tinggi. Jika memang tidak bisa diterima secara adat dan ditambah dengan SK Bupati Kerinci tentang penghentian segala bentuk kegiatan MTA maka besar kemungkinan MTA akan lenyap dan tidak akan bisa berkembang lagi di Kabupaten Kerinci,” jelasnya.

Lebih lanjut Drs. Suardin menyampaikan bahwa kedepannya para Da’i yang biayai oleh Pemda Kerinci sebaiknya lebih diupayakan untuk ditempatkan dimasing-masing Desa yang rawan akan pengaruh berbagai macam pemahaman dan aliran menyimpang.

Diakhir pertemuan Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh melalui Kasi Intel, Anton Rahmanto mengingatkan kepada Kepala Desa Kebun Baru untuk meredam emosi warga agar jangan sampai terpancing untuk melakukan tindakan anarkis, sehingga niat baik kita menyelesaikan permasalahan ini bisa ditempuh sesuai dengan jalur hukum dan ketentuan yang berlaku. (Awr)



Halaman ini diproses dalam waktu : 0.527 detik
Diakses dari ip address: 54.166.199.178
Best Viewed with Mozilla Firefox 1366x768
Copyright © 2017 Subbag Informasi dan Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi - Allright Reserved